Secara garis besar Tradisi merupakan kebiasaan
yang sudah dilakukan sejak lama, bersifat turun-temurun dan menjadi bagian
dalam kehidupan suatu kelompok masyarakat. Sebuah tradisi lahir dari pikiran
dan tingkah laku manusia sebagai wujud tanggapan atau respon terhadap tantangan
yang diberikan dari alam sekitarnya. Tingkah laku atau perbuatan itu dilakukan
secara selektif dan dilakukan terus menerus hingga menjadi sebuah kebiasaan
atau yang disebut tradisi.
Sebuah tradisi bisa
berubah dan tergantikan jika kebiasaan yang dilakukan secara turun temurun
tersebut sudah dianggap tidak relevan dan tidak bisa mengikuti perekembangan di
era global. Misalnya tradisi tukar kartu lebaran yang berubah dengan
mengucapkan “selamat” melalui media sosial, tradisi barter menggunakan barang
yang berganti menggunakan mata uang.
Sebuah tradisi juga bisa
berhenti apabila selain tidak relevan dan tidak mampu bertahan di era modern
ini, tradisi tersebut memang secara hakikat sudah tidak bisa digunakan lagi.
Selain itu tradisi bisa berhenti pabila masyarakatnya juga tidak melakukan
revitalisasi.
Contoh tradisi yang
berhenti adalah tradisi Ngrampog macan. Ngrampog macan adalah tradisi yang
sudah dilakukan sejak abad keduapuluh khususnya di Surakarta. Ngrampog macan
merupakan hiburan rakyat, yakni pertarungan antara prajurit-prajurit dengan
harimau. Tradisi ini berhenti karna harimau sudah mulai terancam kepunahannya,
selain itu dalam masyarakat pun kini telah berkembang beragam hiburan yang
lebih menarik dibandingkan jaman dulu. Tradisi lain yang hilang atau berhenti
adalah tradisi Pingit. Seperti yang dialami oleh Kartini, tradisi pingit
mengharuskan anak perempuan dikurung didalam rumah sejak haid pertamanya sampai
dia dinikahi oleh seorang pria. Kebiasaan ini tentu sudah tidak relevan lagi
selain membosankan juga karna berkembangnya faham feminisme.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
u free to post a coment :)