Sabtu, 11 Januari 2014

Riwu Ga, Sosok yang Hilang Terlupakan oleh Sejarah


  

Siapa Riwu Ga? Masih begitu banyak orang yang tidak kenal dengan sosok yang satu ini. Saya sendiri jujur, mendengar nama Riwu Ga juga baru beberapa bulan terakhir ini. Setelah melihat Film “Soekarno” Karya Hanung Bramantyo, saya semakin penasaran dengan Para tokoh aslinya. Saya semakin tertarik dan mulai menggali hal mengenai Soekarno, dan dari sini pula muncul nama Riwu Ga yang mana di Film Soekarno diperankan oleh Patton Otlivio. Mumpung usia saya masih muda, 15 Tahun. Saya rasa, belum terlambat bagi saya untuk mencari tahu mengenai sejarah yang mulai termakan oleh zaman ini.
Mengapa saya mengulas Riwu? Mengapa bukan Ratna Djumiati atau yang akrab dipanggil “omi” ? atau mengapa bukan Kartika? Atau Guruh? Jawabannya, Karena saya tertarik pada Sosok seorang Riwu. Menurut saya, dialah orang yang bisa dibilang sangat dekat dengan Bung Karno(BK) yang informasi atau riwayat hidupnya paling minim diulas. Padahal, dia punya jasa yang besar juga untuk bangsa ini.

Saat itu sekitar Tahun 1930-an, Bung Karno-Inggit Garnasih beserta anak angkatnya Tinggal di Ende, Flores Karna BK yang saat itu mendapat hukuman dari pemerintah Belanda agar dibuang ke Pulau Ende. Saat itu Riwu masih berusia 16 Tahun dan bekerja menjajakan roti keliling dan hidup dengan Gadi Walu (kakak sepupunya).  Saat menjajakan rotinya ini, Riwu bertemu dengan Keluarga BK. 


Diapun ditawari untuk tinggal dan membantu mereka dengan upah satu rupiah sebulan.  Riwu yang saat itu masih sangat muda, tertarik dan merasa terhormat dengan keluarga Bung Karno inipun akhirnya berpamitan dengan Gadi Walu dan ikut bersama Keluarga BK sampai ke Bengkulu bahkan Jakarta. 

Ketika BK-Inggit bercerai karena Inggit tak ingin dimadu oleh Bung Karno, Kartika dan Omi anak angkat mereka ikut bersama Inggit  pindah ke Bandung. Sedangkan Riwu tetap bersama Bung Karno sampai pada Kemerdekaan Indonesia. Saat Indonesia Merdeka, setelah pembacaan proklamasi, Riwu diperintahkan oleh BK untuk menyebarkan kabar gembira ini keliling Jakarta bersama temannya Sarwoko.  Dia berkeliling menggunakan Jip terbuka dengan Sarwoko dan menyerukan bahwa Indonesia telah merdeka! Padahal saat itu situasi Jakarta sangat mencekam, Tentara Jepang bisa saja mencegat dan menembak mereka. Namun Karna keberanian inilah Riwu dijuluki “Terompet Proklamasi” 

Setelah selesai menjalankan tugasnya ini, Riwu berpamitan kepada Bung Karno dan meminta izin untuk kembali ke tanah kelahirannya di Pulau Sabu, NTT. Semenjak kepergian ini, namanya tidak pernah terdengar lagi dan jarang disebut keterlibatannya dalam sejarah bangsa. Di NTT sendiri, tidak ada yang tau siapa Riwu Ga ini, apa peran yang telah dia lakukan, bagaimana kedekatannya dengan Soekarno. Riwu Ga meninggal di Tanah tumpah darahnya di pulau Sabu, NTT. Dia menghabiskan masa masa tuanya untuk menjadi petani.  
Riwu adalah sosok yang amat disayangi oleh BK, selama 14 tahun dia mengabdikan hidupnya.
“Tentang Bengkulu, ia mencatat banyak sekali peristiwa dramatik. Tentang proklamasi, ia pun memiliki kisah lain yang sungguh heroik. Riwu, selama 14 tahun menjadi orang dekat, dekat, sangat dekat dengan Bung Karno. “- roso daras


Riwu Ga dan anaknya




Yah begitulah hidup Riwu. Ia bangga atas apa yang telah dilakukannya. Dia tidak menyesal untuk kembali ke Pulau Sabu sedangkan namanya tidak disebut sebut dalam bagian kemerdekaan bangsa ini. Riwu telah selesai melakukan tugasnya, Riwu telah menemani, menghantarkan dan melayani Bung Karno selama 14 Tahun hingga Kemerdekaan Indonesia dapat terlaksana. Riwu telah melakukan tugasnya dengan baik, selama 14 taun dia abdikan hidupnya hingga menjadikannya sosok yang amat sangat dekat dengan BK. Ia adalah sosok sahabat dan pelayan setia BK. “Angalai” begitulah panggilan Bung Karno untuk Riwu Ga.



                                                                                                                                       Salam,




End Notes :


  1. http://rosodaras.wordpress.com/2009/06/25/cinta-bung-karno-di-bumi-ende/#comment-8076
  2. http://nagekeopos.blogspot.com/2013/06/peran-riwu-ga-pemuda-ntt-pendamping.html
  3. http://sejarah.kompasiana.com/2011/08/16/riwu-ga-sukarno-dan-proklamasi-1945-388796.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

u free to post a coment :)